Kegiatan Simposium Cendekia Kelas Dunia 2019 – STIE BISMA LEPISI

21 Aug 2019

STIE BISMA LEPISI mengadakan Kegiatan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019 pada Selasa, 20 Agustus 2019 dengan pembicara dari Diaspora Indonesia yang juga merupakan dosen di University of Canberra, Australia

Setelah terpilih menjadi salah satu Perguruan Tinggi dalam kegiatan kunjungan ilmuwan diaspora di tahun 2019 (lih. post), pada hari Selasa, 20 Agustus 2019 STIE BISMA LEPISI mendapat kunjungan dari salah satu ilmuwan diaspora Indonesia, yaitu Dr. Harun, M.Acc., CA. yang merupakan dosen di University of Canberra, Australia yang datang bersama moderatornya, Bapak Filemon Jalu, M.Eng. yang merupakan peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dr. Harun bersama Bapak Jalu yang didampingi oleh Ketua Yayasan Widya Anindya, Ibu Puri Swastika Gusti Kresna Dewi, S.E. melakukan campus tour Perguruan Tinggi LEPISI untuk melihat ruangan-ruangan serta fasilitas-fasilitas yang ada di Perguruan Tinggi LEPISI.

 

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan Kuliah Umum yang diberikan oleh Dr. Harun sebagai pembicara dan Bapak Jalu sebagai moderator. Kuliah Umum diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh hadirin. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Widya Anindya, Ibu Puri Swastika Gusti Kresna Dewi, S.E. untuk memberikan pengarahan kepada para mahasiswa tentang kegiatan SCKD 2019 tersebut, dan juga sambutan dari Ketua STIE BISMA LEPISI, Ibu Suhadarliyah, S.E., S.S., M.M.

Pada Kuliah Umum ini, Dr. Harun membagikan pengalamannya mengenai penulisan karya ilmiah di bidang akuntansi. Beliau menceritakan tentang perjuangannya untuk dapat menulis karya ilmiah penelitian kelas internasional juga bagaimana kehidupannya menjadi dosen di Universitas Canberra, Australia.

 

Pada sesi tanya jawab, baik mahasiswa maupun dosen antusias untuk menyampaikan pertanyaannya kepada Dr. Harun. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai tata cara penulisan karya ilmiah yang baik dan juga cara membangun mental untuk tetap menulis karya ilmiah walaupun telah ditolak berkali-kali.

“Manusia diberikan kemampuan untuk ‘lupa’. Itu bukan sebuah kekurangan tetapi itu sebuah kemampuan positif. Jika penulisan Anda ditolak, maka tidak apa untuk kecewa dan bersedih sejenak, tetapi setelah itu lanjutkan untuk memperbaikinya, maka Anda akan ‘lupa’ dengan penolakan-penolakan tersebut.”, tutur beliau.

Dr. Harun mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepadanya merupakan pertanyaan yang luar biasa sulit untuk beliau jawab. Salah satunya ketika seorang mahasiswa menanyakan mengenai alasan beliau mengambil bidang Akuntansi dan meneruskan studi sampai S3.

 

“Pertanyaan ini sangat sulit, ya. Lebih sulit dari pertanyaan yang saya punya. Pertanyaan Anda juga merupakan salah satu pertanyaan Saya. Saya juga tidak tahu kenapa Saya ambil bidang Akuntansi, sementara saya tidak terlalu baik dalam bidang matematika.”, katanya.

“Hitung-hitungan dalam Akuntansi sebenarnya mudah, hanya matematika dasar dengan ditambah logika-logika.”, sambungnya.

 

Dalam kuliah umum ini, Bapak Jalu juga membagikan pengalamannya mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Osaka University, Jepang. Beliau mengatakan bahwa Indonesia memiliki sangat banyak beasiswa yang dapat diikuti oleh seluruh warganya. Ia merupakan salah satu peserta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.

“Kalau kamu punya mimpi, kejarlah. Bahasa Inggris Saya dulu juga tidak bagus, sementara salah satu persyaratan penting mengikuti beasiswanya adalah fasih berbahasa Inggris. Saya baru belajar bahasa Inggris setelah saya lulus S1, langsung saya kebut. Alhasil, saya lulus tes ujian masuk dan bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Osaka, Jepang.”, tuturnya.

 

Melalui kegiatan SCKD 2019 ini, Ketua STIE BISMA LEPISI, Ibu Suhadarliyah, S.E., S.S., M.M. mengharapkan agar mahasiswanya mendapatkan pelajaran baru melalui pengalaman dari ilmuwan diaspora Indonesia, yang dalam kegiatan ini adalah Dr. Harun, M.Acc, CA. mengenai penulisan karya ilmiah penilitian yang nantinya akan ditempuh mereka sebagai persyaratan kelulusannya.